Welcome To My Blog


KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH
DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.
Alhamdulillah….alhamdulillah…akhirnya penulis bisa mendapatkan tulisan yang pas buat para sahabat dan teman semua yang penulis kutip dan ambil sebagian dari sumber yang penulis sebutkan di halaman paling bawah…
Tulisan ini sebagai senang dan bahagianya menyambut datangnya kembali bulan zulhijjah dimana didalamnya terdapat kemulian bagi segenap mahluk dan hamba yang mengabdikan dirinya kepada Allah SWT.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, daripada Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.

Gembira Datangnya Idul Qurban



salah satu dari kedua Hari raya mulia ini.  Bahkan realitanya, di beberapa negara seperti Mesir dan Iran, Hari raya Idul Adha jauh lebih meriah dan semarak dibanding Idul Fitri.

Mukmin yang Dicintai Allah

Rasulullah  pernah mengatakan,“Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HR Muslim)

Kenapa Kalah dan Kenapa Menang

Kemenangan terkadang bisa jadi justru patokannya saat seseorang mampu mengendalikan diri n memahami makna dibalik kegagalannya. saat ia mampu mengambil hikmah dibalik tiap yg digariskanNya, manis atau pahit, dan kembali bangkit menyusun rencana baru untuk menjadi pemenang dikali berikutnya.

Budaya Robok-robok Mempawah

Perahu bermuatan pangeran ratu melaju tenang diatas permukaan air Sungai Mempawah. Perahu lancang kuning yang tersohor itu bertolak dari Keraton Amantubillah. Setibanya di muara, seorang punggawa keraton mengumandangkan azan. Selepas itu, putra mahkota dan punggawanya membuang sesajain ke laut sebagai talak bala. Begitulah inti kegiatan robok-robok yang berlangsung di Kuala Mempawah. Sejak pagi, masyarakat berbondong-bondong memadati lapangan di tepi Sungai Mempawah, sekitar 200 meter dari muara. Menjelang siang pengunjung yang datang semakin membludak. Bukan cuma warga Kuala Mempawah, tapi juga hanyak yang datang dari berbagai kampung di Kabupaten Pontianak. Bahkan tak sedikit warga Kota Pontianak yang sengaja datang dengan menempuh perjalanan darat sekitar 2 jam.

Pengunjung

Powered By Blogger